Sabtu, 20 Juni 2015

Lilin itu Ayah ku

Dalam matanya ada banyak kehidupan Yang hinggap tanpa pernah dianggap nya beban ,
Yang disinarinya dari gelap , tak peduli walau setiap hari tubuh nya semakin rapuh bagai lilin yang leleh dibakar api
Yang dinaungi nya dari hujan dan terik , tak perduli walau setiap hari rambut nya memutih termakan waktu ,

Ia tersenyum , mengabaikan luka dihatinya
Ia menghibur , melupakan lelah yang menggerogoti nya
Sampai waktu menyadarkannya ,
Saat ia tak mampu lagi berdiri tegak ,,
Saat beban yang dibawa nya semakin terasa berat ,
Saat merasakan tulang yang menopang nya tak lagi kuat ,

Namun..
Ia tetap tersenyum , ia tetap menghibur
Menyembunyikan rasa sakit nya , menyembunyikan kerapuhan nya
Sampai saat ia tak bisa menyembunyikan nya lagi
Sampai saat waktu tlah membukanya

Tapi mengapa ,
mengapa aku baru tersadar ...
Saat nyala lilin itu hampir habis .,,
Saat dunia sekeliling ku semakin redup .,
Ku mohon , jangan padam kan lilin itu ..
Jangan gelapkan duniaku ..
Kumohon, jangan padamkan lilin itu..
Karena lilin itu ayah ku ,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar