Senin, 22 Juni 2015

Jiwa Sosial Ku yang Tinggi

Langit terlihat murung dengan nuansa mendung menghiasi wajahnya , ada rasa cemas bergelayut manja dalam fikirku , mengingat hari ini aku harus menjemput salah satu muridku dan mengantarkan nya ke tempat kosan kenalannya di sekitar gerlong . Sebenarnya kewajibanku hanya mengajar , tapi aku begitu kasihan ketika ia berkali kali mengeluh tidak ada penginapan dan sekali nya ada lokasi nya jauh dari tempat ujiannya . Jiwa sosialku yang tinggi akhirnya memaksa ku menawarkan tumpangan ojek gratis yang disambut dengan antusias oleh nya . Ya dia salah satu murid ku saat learning camp , yang kini hendak mengikuti tes masuk perguruan tinggi .
Rencananya aku akan menjemputnya di terminal , sekitar 20 menit lagi mungkin dia sudah sampai di terminal , tapi cuaca yang mendung menggoyahkan jiwa sosialku , rasa malas mulai terbersit dan menggoda ku untuk membatalkan janji. Rasa malas dan jiwa sosialku yang tinggi akhirnya berperang membuat perutku terasa lapar , pertengkaran mereka akhirnya ter lerai oleh rasa kenyang yang menyemangati ku untuk selalu bersyukur , dan memutuskan untuk membantu muridku itu sebagai salah satu bentuk syukurku ,, mengingat semangat nya untuk tes itu membuat jiwa sosialku yang tinggi semakin tinggi dan mengalahkan rasa malasku .

Aku memacu sepeda motor ku menuju terminal cicaheum dengan kecepatan agak tinggi mengingat dia sudah menunggu ku , ada rasa khawatir mengusik fikir ku mengingat dia gadis polos dan harus menunggu di terminal sendirian. Tak berapa lama aku sampai di terminal , mataku menyapu ke sekeliling mencari keberadaan murid yang cukup merepotkanku , untung saja jiwa sosialku yang tinggi mampu memaafkan dan mengikis rasa direpotkan itu . Tas hijau nya yang menyala membuatku tak kesulitan mencari nya , dia tersenyum dan melambaikan tangan , segera aku menghampiri nya dan menyuruhnya duduk di jok belakang ku setelah berbasa basi bertanya ,

Hari semakin sore setelah aku mengajaknya melihat lokasi ujian dan istirahat di mesjid raya bandung , akhirnya aku memutuskan untuk langsung menuju gerlong dan makan disekitar gerlong , ada rasa khawatir yang menyelinap di dompet ku mengingat sebagai seorang laki laki aku yang harus membayarnya makan , aku melihat lihat kesekeliling mencari tempat makan yang tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah , akhirnya aku sampai di sebuah kedai dan memilih makan disana , .

Hingga akhirnya saat saat yang kutakutkan datang dimana aku harus membayar makanannya , jiwa sosialku yang tinggi sedikit goyah ketika melihat isi dompet yang tak terlalu banyak , tapi kuyakinkan hati ku , bahwa rizki yang tuhan beri untuku tak akan habis hanya karena aku banyak memberi , aku berjalan pasti ke kasir dan membayar makananya , tidak terlalu mahal , totalnya hanya 50 ribu untuk makan kami berdua .

"Mau langsung ke kosan kenalan kamu ?" Tanya ku basa basi
"Iya kang ... berapa kang ini makananya?" Tanya nya
"Sudah , gapapa " ucapku yang menurutku penuh karismatik

Kami pun pergi meninggalkan kedai itu menuju alamat yang diberitahukannya padaku , sesampai nya di tempat yang dimaksud aku berpamitan untuk langsung pergi yang disambut ucapan maaf dan terimakasih dari mulut nya , jiwa sosialku yang tinggi memaksaku tersenyum mengangguk dengan penuh wibawa dan karismatik -menurutku-.
Akupun kembali memacu motorku meninggalkannya , menatap bayangannya yang semakin mengecil dibalik kaca spion dan hilang ketika aku membelokan motorku di salah satu pertigaan.

Ada rasa puas ketika aku bisa membantu orang lain , tapi juga ada sedikit kecewa ketika dompet dan bensin ku isinya semakin berkurang , rasa kecewa ini benar benar membuat ku ragu akan jiwa sosialku yang tinggi , benarkah jiwa sosialku tinggi ??
Sesampai nya dirumah kudapati pesan dari murid yang kuantar tadi
"Kang makasih ya ,, maaf ngerepotin , uang makan udah aku taro di tas akang , maaf kalo ga sopan , hhe "
Aku langsung memeriksa tas ku , dan mendapatai ada selembar 50 ribuan disana , aku sedikiti menahan senyum karena rasa syukur ku , kutatap langit yang penuh bintang dibalik tirai jendela , aku menarik napas ku panjang .. dalam hati aku bergumam , "ya sekarang aku yakin , jiwa sosial ku memang tinggi "










Tidak ada komentar:

Posting Komentar