Selasa, 22 Oktober 2013

Menulis Dengan Hati



Seperti matahari yang setiap pagi terbit dan terbenam di sore hari , tak pernah mengeluh karena lelah , tak pernah mengeluh karena tak di beri upah , tapi setiap hari ia menerangi bumi dan memberi kita kehidupan . itulah ketulusan . begitu pun menulis , merangkai tiap uruf menjadi kata kemudian tiap kata menjadi kalimat , kalimat menjadi paragraf dan menjadi sebuah bacaan . tuluskah kita menulis ?
Saat harapan pun muncul , ingin rasanya karya kita di baca orang lain dan mendapat respon baik dari pembaca , tapi sekali lagi , hidup tak selamanya seperti yang kita inginkan karena jalan kehidupan tak semulus jalan tol , adakala nya kita tak sengaja menginjak duri dan terpaksa berhenti melangkah  atau bahkan kembali ke tempat semula untuk mengobati kaki kita yang terluka.di saat seperti itu , saat karya kita tak diterima masyarakat , akan kah kita berhenti menulis , atau kembali ke awal dan memulai nya lagi ?
Janganlah menulis untuk bekerja , tapi bekerjalah untuk menulis . saat kau berarap upah dari tulisan mu maka ia akan semakin menjauh , saat kau kecewa karena karya mu tak dihargai orang lain dan tak menghasilkan uang , itu artinya kau kecewa pada karya mu sendiri , jika kau saja kecewa pada karya mu , bagaimana dengan orang lain ?? . maka dari itu menulis lah dari hati , sekalipun kau lelah dan tak di beri upah , tapi ketulusan akan membuatmu menghargai tulisan mu , percayalah “asalkan kita tulus tuhan pun pasti tersentuh , apalagi manusia ?” .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar