Seperti matahari yang setiap pagi terbit dan terbenam
di sore hari , tak pernah mengeluh karena lelah , tak pernah mengeluh karena
tak di beri upah , tapi setiap hari ia menerangi bumi dan memberi kita
kehidupan . itulah ketulusan . begitu pun menulis , merangkai tiap uruf menjadi
kata kemudian tiap kata menjadi kalimat , kalimat menjadi paragraf dan menjadi
sebuah bacaan . tuluskah kita menulis ?
Saat harapan pun muncul , ingin rasanya karya kita di
baca orang lain dan mendapat respon baik dari pembaca , tapi sekali lagi ,
hidup tak selamanya seperti yang kita inginkan karena jalan kehidupan tak
semulus jalan tol , adakala nya kita tak sengaja menginjak duri dan terpaksa
berhenti melangkah atau bahkan kembali
ke tempat semula untuk mengobati kaki kita yang terluka.di saat seperti itu ,
saat karya kita tak diterima masyarakat , akan kah kita berhenti menulis , atau
kembali ke awal dan memulai nya lagi ?
Janganlah menulis untuk bekerja , tapi bekerjalah
untuk menulis . saat kau berarap upah dari tulisan mu maka ia akan semakin
menjauh , saat kau kecewa karena karya mu tak dihargai orang lain dan tak
menghasilkan uang , itu artinya kau kecewa pada karya mu sendiri , jika kau
saja kecewa pada karya mu , bagaimana dengan orang lain ?? . maka dari itu
menulis lah dari hati , sekalipun kau lelah dan tak di beri upah , tapi
ketulusan akan membuatmu menghargai tulisan mu , percayalah “asalkan kita tulus
tuhan pun pasti tersentuh , apalagi manusia ?” .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar